MENUA DENGAN SEHAT DAN BERMAKNA: SEKOLAH LANSIA STANDAR 1 BKL SIDO WARAS HADIR DI GUNUNGKIDUL

GUNUNGKIDUL — Usia lanjut bukanlah halangan untuk terus menimba ilmu, merawat kesehatan, dan mengambil peran bermakna di tengah masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan melalui peresmian Sekolah Lansia (SL) Standar 1 Bina Keluarga Lansia (BKL) Sido Waras yang berlokasi di Padukuhan Trowono B, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin (26/10/2026). Peresmian ini merupakan tindak lanjut kolaborasi Perwakilan BKKBN DIY dengan Tim Pengabdian Masyarakat FKKMK UGM dan Indonesia Ramah Lansia (IRL) melalui ToT Fasilitator Sekolah Lansia sekaligus pendampingan pembelajaran.

Acara dihadiri oleh 75 peserta lansia, DP3AP2KB Kabupaten Gunungkidul, Panewu Paliyan, Penyuluh KB Paliyan, Lurah Karangasem, serta pengurus dan kader BKL Sido Waras. Dalam kegiatan ini disampaikan materi pertemuan pertama “Menjadi Lansia yang Sehat dan Aktif ” yang dibawakan oleh fasilitator. Sekolah Lansia menjadi sarana belajar dan bersosialisasi untuk mendukung para lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, serta bermartabat (SMART).

Hadirnya Sekolah Lansia ini dirancang sebagai wadah edukatif bagi warga lansia agar senantiasa menjaga taraf hidup yang berkualitas, memperluas jejaring sosial, serta mengasah potensi diri. Melalui kurikulum pembelajaran yang terstruktur, para peserta diharapkan kian bertambah wawasan, kecakapan, serta rasa percaya diri mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kesuksesan program ini tentu sangat bertumpu pada dukungan sinergis antara keluarga, kader pendamping, jajaran pemerintah, hingga masyarakat luas demi mewujudkan proses penuaan yang sehat dan bermakna.

Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, S.Sos., M.Sc, dalam arahannya saat meresmikan SL BKL Sido Waras menegaskan betapa krusialnya kolaborasi lintas sektor guna mengoptimalkan potensi kelompok usia lanjut di tengah tren peningkatan usia harapan hidup.

“Kita perlu melakukan aksi nyata dalam membangun lingkungan yang memungkinkan lansia tetap sehat, aktif, dan berdaya, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk terus belajar dan berkembang,” tegasnya.

Langkah strategis ini juga selaras dengan tantangan demografi nasional. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2025 telah menyentuh angka 17,78 persen, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memegang persentase tertinggi secara nasional. Bahkan, populasi lansia diproyeksikan melompat hingga mencapai seperlima dari total keseluruhan penduduk pada tahun 2045 mendatang.

Kondisi tersebut menuntut adanya kepedulian kolektif, bukan sekadar perlindungan dan perhatian, melainkan penyediaan ruang bagi para lansia untuk terus berkarya, belajar, dan berpartisipasi aktif. Kehadiran BKL dan Sekolah Lansia menjadi instrumen kunci guna melahirkan lansia yang “SMART”. Melalui peresmian di Padukuhan Trowono B ini, diharapkan semangat pemberdayaan lansia di Kapanewon Paliyan dan Kabupaten Gunungkidul pada umumnya dapat terus menjalar, menginspirasi wilayah-wilayah lain, serta mewujudkan masyarakat yang semakin inklusif dan ramah lansia.

Penulis             : Dessy Phawestrina
Editor                : Ratna Anita Sari
Dokumentasi    : Laili Hidayah
Rilis                   : Senin, 26 Oktober 2026

Related posts